Hasil Survei Kepuasan Masyarakat PDDI Tahun 2019

A. Profil Responden

Profil responden dikategorikan berdasarkan pekerjaan, jenis kelamin, tempat kerja, dan jenis layanan. Berdasarkan data kuesioner diketahui ada 72 orang responden yang merespon dan mengisi kuesioner SKM Online LIPI tahun 2019 khususnya pada layanan di PDDI LIPI. Dari sejumlah 72 orang responden diketahui sebagian besar responden bekerja sebagai Pendidik, yakni sejumlah 36 orang (50%), kemudian diikuti oleh responden yang bekerja sebagai Peneliti sebanyak 8 orang (11%), Teknikal sebanyak 7 orang (10%), Administrasi sebanyak 3 orang (4%) dan selebihnya dari responden yang tidak diketahui identitasnya (lainnya) sebanyak 18 orang (25%). Hal tersebut dapat dilihat pada grafik di bawah ini (Gambar 1).

Dilihat berdasarkan jenis kelaminnya, diketahui sebagian besar responden yang menjawab dan mengisi kuesioner SKM adalah laki-laki sebanyak 47 orang (65%), dan selebihnya responden perempuan sebanyak 25 orang (35%). Hal tersebut dapat dilihat pada grafik di bawah ini (Gambar 2).

Dilihat berdasarkan tempat kerjanya, diketahui sebagian besar responden berasal dari instansi Perguruan Tinggi yakni sebesar 44 instansi (58%). Kemudian diikuti responden dari Kantor Pemerintah sebanyak 15 instansi (20%), dari Bisnis Komersial Swasta sebanyak 4 intansi (5%) dan Pendidikan Dasar Menengah sebanyak 4 instansi (5%) serta instansi lainnya sebanyak 9 instansi (12%). Hal tersebut dapat dilihat pada grafik di bawah ini (Gambar 3).

Dilihat berdasarkan layanan PDDI LIPI yang digunakan, diketahui sebagian besar responden menggunakan layanan ISSN sebanyak 42 layanan (58%), dan selebihnya menggunakan layanan Pelatihan sebanyak 16 layanan (22%) dan lainnya sebanyak 14 layanan (20%). Hal tersebut dapat dilihat pada grafik di bawah ini (Gambar 4).

B. Indeks Kepuasan Masyarakat

SKM ini dilakukan untuk mengetahui nilai IKM PDDI‐LIPI Tahun 2019, khususnya pada layanan ISSN, Perpustakaan, dan Pelatihan Dokinfo. Berdasarkan hasil SKM tahun 2019 diketahui nilai IKM PDDI LIPI sebesar 82,156, yang berarti mendapatkan nilai “B” dengan kategori Baik. Nilai IKM tersebut dapat dilihat pada grafik berikut ini (Gambar 5).

Nilai IKM di atas berdasarkan rekapitulasi sembilan indikator SKM berikut ini (Gambar 6).

Grafik nilai IKM di atas, berdasarkan nilai dari sembilan indikator SKM berikut ini (Tabel 1).

Berdasarkan Tabel 1 di atas terlihat bahwa kepuasan responden paling tinggi terlihat pada cara penanganan pengaduan saran dan masuk kategorinya sangat baik (59 orang). Kesesuaian produk pelayanan (52 orang) dengan kategori sangat baik. Meskipun secara umum pelayanan informasi lembaga sudah baik, para responden menyarankan agar lembaga dan petugas pelayanan memperhatikan hal-hal berikut ini:

  1. Memperjelas standar Dalam hal ini, standar waktu dan prosedur pelayanan lebih diperjelas. Misalnya ditentukan waktu pendaftaran ISSN mulai dari pengisian data jurnal hingga verifikasi berkas persyaratan ISSN secara online. Jika mampu sebaiknya penerbitan SK ISSN tidak lebih dari 1 pekan. Agar penerbitan SK ISSN lebih cepat sebaiknya perlu ada up-grade sistem ISSN pada fitur tertentu serta optimalisasi waktu operasional layanan ISSN.
  2. Petugas layanan lebih ramah dan responsif (user friendly), baik melalui telepon, email,maupun datang langsung ke PDDI LIPI. Sifat user friendly petugas ini dapat dilakukan misalnya dengan cara: (a) petugas menyampaikan informasi jangka waktu pemberian layanan ISSN secara jelas, baik melalui website ISSN, lembaga, maupun notifikasi email pemohon; (b) suara operator layanan lebih komunikatif dan ramah; (c) petugas layanan merespon pertanyaan pemohon ISSN lebih cepat dan memberitahukan secara jelas waktu pelayanannya; dan (d) petugas penerima tamu lebih ramah dan membantu kesulitan pengguna.
  3. Sarana layanan perlu ditingkatkan. Beberapa sarana layanan PDDI LIPI yang perlu ditingkatkan kualitasnya, antara lain: (a) sarana notifikasi email ke pemohon ISSN, selain komentar petugas di database ISSN; (b) sarana FAQ yang lebih detail di database ISSN, terkait permasalahan pengajuan ISSN; (c) update interface website ISSN yang lebih menarik;(d) optimalkan kotak saran dan pengaduan secara luring (offline) dan sediakan kontak layanan online perpustakaan dan bantuan penelusuran di website lembaga dan katalog koleksi perpustakaan, jika memungkinkan dalam bentuk aplikasi smartphone; (e) sediakan layanan chat online pada website ISSN; (f) sebaiknya file berkas pendaftaran ISSN tidak hanya format PDF tetapi format JPG agar lebih memudahkan; dan (g) koleksi perpustakaan di-update, terutama koleksi dan artikel digitalnya yang dilanggan oleh PDDI LIPI.
  4. Tarif layanan sebaiknya diturunkan atau digratiskan. Hal ini dapat diujicobakan pada layanan ISSN dan Pelatihan
  5. PDDI sebaiknya aktif melakukan kegiatan sosialisasi, workshop, dan Taklshow terkait dengan ISSN. Hal tersebut perlu dilakukan secara menyeluruh ke daerah. Materi yang disampaikan mencakup pendaftaran ISSN dan kendala yang dihadapi dalam pendaftaran ISSN.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top