LIPI Ungkap Urgensi Dari Manajemen Data Penelitian

 

Jakarta, Humas LIPI. Ketika melakukan penelitian banyak hal-hal dan siklus kegiatan yang dilakukan.  Mulai dari perencanaan hingga pelestarian dan penggunaan kembali. Hal tersebut menunjukan bahwa luaran penelitian menghasilkan produk yang mempunyai nilai asset yang tak terukur. Pentingnya data penelitian sebagai sebuah asset diungkapkan oleh Hendro Subagyo, Kepala Pusat Data Dokumentasi Ilmiah (PDDI) – LIPI pada Webinar Research Data Management : Managing Research Data as an Asset yang diselenggarakan pada Selasa, 8 September 2020. Hendro menjelaskan bahwa data adalah aset dimana untuk mengambil, mendapatkan data hingga sampai ditangan peneliti memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Berdasarkan apa yang dilihat didalam kegiatan penelitian banyak sekali data yang tidak terurus. Aset yang luar biasa tetapi tidak terurus. kebanyakan para peneliti masih memegang data yang mereka Kelola tidak lebih dari 2 tahun, apalagi jika projek itu sudah selesai biasanya data tersebut dilupakan. Sering kali juga kegiatan peneliltian banyak sekali yang redudansi. Dimana banyak Instansi melakukan penelitian ditempat yang sama, jika saja penelitian itu dilakukan Bersama-sama pasti tidak akan terulang atau redudansi, pasti anggaran lebih efisien pengelolaannya dan bisa mewariskan aset berharga ini kepada penerus kita.  LIPI mencoba menyelesaikan masalah ini bersama-sama karena ini tidak mungkin diselesaikan sendiri, kepercayaan ini juga terbangun berkat PUI repositori dan bekerjasama dengan penelitian yang lain dan ternyata data penelitian itu luar biasa.

Hendro juga menyatakan bahwa PDDI LIPI berharap penelit dapat mendaftarkan koleksi data, memberikan metadata penelitian apa, penelitinya siapa, dan datanya ada dimana. dan PDDI LIPI juga mencoba menyelamatkan data tadi dengan mempreservasi menggunakan aplikasi, yaitu sistem repositori ilmiah nasional atau yang sering disebut RIN. 

Hal ini selaras dengan  Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sisnas IPTEK. Dalam undang-undang tersebut ada beberapa pasal terkait dengan kegiatan penelitian, dimana terdapat satu pasal yang khusus terkait dengan depositori data primer dan data hasil output kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan teknologi. Bahkan di BRIN akan menyatukan mensinergikan penelitian, minimal mengetahui siapa kolega kita peneliti lain yang penelitiannya sama dan tentu bisa bersinergi dan berkolaborasi dan merupakan harapan kita semua.

Hendro menambahkan bahwa salah satu cara mengelola data adalah dari aspek management data sejak perencanaan sampai dengan berakhirnya kegiatan penelitian. Pada data awal perencaan penelitian, peneliti mengambil data dari mana sampai dengan akhir penelitian perlu merencanakan akan disimpan dimana. Data penelitian sangan krusial untuk disimpan di repositori, tidak tertutup kemungkinan jika ada Lembaga lain yang ingin mengelola data seperti RIN, maka PDDI siap membantu.

Hal ini diharapkan bisa menjadi triger bagi kita semua khususnya teman-teman di PDDI dan LIPI juga komunitas penelitian di Indonesia. Ini penting bahwa mengelola asset penting, data khususnya data primer dimana sangat menentukan kegiatan penelitian kedepan. (AGN/YS)

Back To Top