Merespon Kebutuhan dan Perubahan : PDDI-LIPI Sepakat Kerja sama dengan Pustaka-Kementerian Pertanian RI

 

Jakarta, Humas-LIPI. Perubahan zaman yang semakin cepat telah merubah semua sektor tidak terkecuali Perpustakaan. Hal senada juga diungkapkan oleh Hendro Subagyo selaku Plt. Kepala Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDDI-LIPI), pada acara Penanda Tanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) yang dilakukan dengan Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian – Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Pustaka – Kementan), Kamis, (1/7) di Kantor Pustaka – Kementan, Bogor.

Hendro menyinggung bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari kegiatan PDDI LIPI untuk
mempromosikan sejumlah program dan capaian hasil riset dari LIPI, diantaranya dikembangkannya Pusat Data Kekayaan Hayati dan pengembangan data Biodiversitas Indonesia. ”Ini, merupakan program baru saat ini, juga Pengembangan Repositori-Depositori Ilmiah Nasional (rin.lipi.go.id) sebagai depositori data primer riset sejak 2017,” ungkap Hendro.

Turut hadir menanda tangani PKS yaitu Abdul Basit, selaku Kepala Pustaka – Kementan yang mendorong kerjasama dalam hal pemanfaatan data, Repositori-Depositori Ilmiah Nasional (RIN), bahan literasi dan jaringan. “PDDI LIPI kaya akan hasil-hasil penelitian di berbagai bidang ilmu, sementara kami kaya akan hasil-hasil riset di bidang pertanian”, tuturnya

Dikatakan Abdul Basit, perlu identifikasi dalam merespon kebutuhan masyarakat untuk menginformasikan ke sumber teknologi. “Perpustakaan harus bisa mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, kemudian menyediakan dan menginformasikannya pada lembaga-lembaga penelitian atau sumber teknologi termasuk para peneliti,” jelasnya.

Selain itu, Abdul Basit menekankan bahwa sebagai pustakawan, harus bisa meng akselerasi kebutuhan masyarakat dan tidak sekedar melakukan tata kelola ilmu pengetahuan atau informasi, tetapi juga mengemas ulang teknologi pertanian yang sekarang masih ada di mercusuar menjadi teknologi yang bisa diterapkan dan bisa di literasikan kepada masyarakat di seluruh Indonesia

Oleh karena itu, perpustakaan kedepan harus dapat merubah cara bekerja dengan cara akselerasi dari sumber teknologi .dengan masyarakat, dan tidak bisa bekerja sendirian. “Untuk itu, perlu kerja sama jaringan, sinergi dan kewenangan, serta sumber daya informasi,” sebut Abdul Basit. “Masyarakat mempunyai hak mendapatkan literasi, sehingga perpustakaan perlu bekerja sama dengan perpustakaan lain dalam hal akses informasi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, acara ini disiarkan secara daring melalui Aplikasi Zoom Meeting dan Kanal Youtube Pustaka – Kementan, dilanjutkan dengan kegiatan Webinar dengan nara sumber tunggal oleh Hendro Subagyo dengan topik ‘Pengembangan Perpustakaan di dalam Ekosistem Riset Nasional’ yang diikuti banyak kalangan dari pengelola perpustakaan terutama di Pemerintah Daerah dan Kementerian / Lembaga. (bn/mtr)

Back To Top