Pustakawan Perlu Tingkatkan Kompetensi Di Era New Normal Ini.

Dimasa Pandemi Covid-19 ini mengakibatkan ketidakpastian di segala bidang. Begitu pun dengan pustakawan dan perpustakaan. “Pustakawan perlu berubah, perlu beradaptasi dengan meningkatkan kompetensi dirinya, kompetensi organisai untuk dapat menyambut, malayani dengan lebih baik lagi kepada para pemustakanya”. Demikian disampaikan oleh Plt Kepala PDDI LIPI, Hendro Subagyo, ketika membuka acara Workshop Online Peningkatan Skill Pustakawan di Era New Normal yang dilaksanakan pada hari Rabu, 22 Juli 2020. Workshop ini merupakan kerjasama antara PDDI LIPI dengan UPT Perpustakaan Universitas Jenderal Soedirman. Dihadiri oleh sebanyak 491 peserta yang terdiri dari Pustakawan dari berbagai instansi pemerintah, perguruan tinggi, pustakawan sekolah serta masyarakat umum, workshop ini menghadirkan tiga orang pembicara yaitu Djoko Prasetyo dari Perpustakaan Universitas Jenderal Soedirman, Labibah Zein dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan Rahmadani Ningsih Maha dari LIPI.

Pada intinya, Sumber Daya Manusia Perpustakaan harus punya visi ke depan, layanan apa yang harus disediakan kepada pengguna perpustakaan dimasa depan untuk memperkirakan 10 tahun kedepan seperti apa, 20 tahun kedepan seperti apa harus sudah dibayangkan seperti apa. Secara infrastruktur juga harus mengembangkan diri, skill sarana prasarana dan seterusnya dikembangkan. Di era pandemi sekarang ini semua dipaksakan untuk memasuki industri 4.0. sehingga pustakawan harus beradaptasi dengan hal baru untuk memiliki kemahiran yang sesuai dengan situasi sekarang agar perpustakaan tetap dipercaya sebagai sumber informasi yang penting bagi pemustaka.
“Perpustakaan dan pustakawan harus mau beradaptasi dengan perubahan yang ada akibat pandemi covid 19 agar tetap bisa survive. Perubahan layanan dengan melakukan inovasi agar pemustaka tetap bisa mengakses informasi yang ada di perpustaakaan. Perpaduan layanan off line dan on line menjadi solusi” tutur Labibah Zein dalam paparannya.

Sementara itu, menurut Rahmadani, strategi peningkatan kompetensi pustakawan dapat dilakukan diantaranya adalah dengan keberanian dan siap menghadapi perubahan, terus berlatih dan belajar, berusaha memberikan yang terbaik, senantiasa mempunyai ide kreatif dan inovatif dalam layanan perpustakaan, serta selalu berjejaring dan knowledge sharing dengan yang lainnya.

Diharapkan workshop ini dapat menjadi upaya awal supaya pustakawan dan perpustakaan tidak ditinggalkan para pustaka dan semakin dirasakan manfaatnya . “Mereka membutuhkan kita, membutuhkan hasil karya dan membutuhkan perpustakaan itu seperti pada zamannya dulu bahwa perpustakaan sebagai mercusuar pengetahuan, sebagai tempat sharing pengetahuan pustakawannya sebagai pekerja pengetahuannya dan kemudian akhirnya perpustakaan mempunyai andil yang besar bagi kemajuan bangsa dan Negara” Tutup Hendro. (YS/AF)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top