RDM Webinar Series #1 “Data Publication and Creative Commons License for Research Data


gambar diambil dari https://creativecommons.org/about/downloads/

PDDI LIPI menyelenggarakan Research Data Management Webinar Seri pertama pada tanggal 19 April 2021. Kegiatan webinar ini dilaksanakan secara online melalui Zoom Webinar. RDM Webinar seri pertama mengambil tema data publication and creative commons license for research data.
Tema ini diangkat dalam webinar series pertama dengan tujuan untuk meningkatkan perhatian dan pemahaman peneliti mengenai lisensi untuk data penelitian. Fitri Ayu dari creative commons Indonesia menjelaskan mengenai penerapan lisensi creative commons pada data penelitian. Dalam paparannya Fitri Ayu menyampaikan bahwa perkembangan teknologi internet mendorong semua data-data yang dulunya berbentuk fisik sekarang berbentuk digital yang dapat disimpan dan disebarluaskan dengan mudah. Guna memberikan kepastian bagi pemilik data penelitian dan melindungi mereka dari pemanfaatan data yang tidak sesuai peruntukannya, diperlukan sebuah lisensi untuk melindungi hak cipta, salah satunya lisensi CC. Lisensi CC melindungi hak cipta pemilik yaitu hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis setelah ciptaan diwujudkan secara nyata, terdiri atas hak moral dan hak ekonomi. Hak moral berupa penyebutan nama pencipta di setiap penggunaan.
Lebih lanjut Firti Ayu menjelaskan bahwa penggunaan hak cipta yang dianggap tidak melanggar (dianggap wajar) (Fair Use) adalah sebagai berikut; pertama penggunaannya bukan untuk kepentingan komersial, kedua penggunaannya untuk kepentinggan pendidikan, penelitian, kritik dan jurnalisme. Kemudian penggunaan yang ditujukan untuk kebutuhan penyandang Tuna Netra dan penggandaan 1 kopi untuk kebutuhan pribadi.
Kemudian disampaikan juga mengenai lisensi yang perlu diperhatikan untuk data penelitian yaitu :
Menerapkan share alike (SA) berbagi serupa. Peneliti tidak disarankan menerapkan ND dan NC, karena lisensi ND akan menyebabkan data tidak bisa dikembangkan dan terbatas hanya bisa digunakan sebagaimana adanya. Padahal mestinya bisa disebarluaskan, dimanfaatkan dalam penelitian lain. Kemudian penerapan lisensi NC akan berdampak pada kebermanfaatan data dimana data tidak bisa digunakan oleh yang lain hanya untuk yang komersial padahal penelitian melibatkan banyak pihak baik pihak komersial atau non komersial seperti pemerintah dll.
Kemudian data penelitian disarankan diberi tanda public domain (CC0) tapi perlu diingat pemanfaatan data penelitian tersebut wajib mencantumkan sitasi untuk menjamin kredibilitas data dan menjelaskan sumber datanya darimana.

Materi ke 2 mengenai Pelisensian Hak Cipta Data Penelitian dan Aspek Legal Penggunaan Lisensi CC yang disampaikan oleh Harsa Wahyu Ramadhan.
Wahyu menyampaikan bahwa definisi hukum data penelitian belum ada, tapi kalau berdasar UU Sisnas Iptek (UU 11/2019) tentang penelitian maka data penelitian berarti: segala bentuk data yang diperoleh dari kegiatan yang dilakukan menurut metodologi ilmiah dan berkaitan dengan pemahaman tentang fenomena alam dan/atau sosial, pembuktian kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis, dan penarikan kesimpulan ilmiah. Penggunaan lisensi CC tidak dapat ditarik kembali (irrevocable) sehingga harus dipikirnkan dengan baik sebelum memberikan lisensi tersebut pada data penelitian. Kemudian Wahyu juga menyarankan untuk memastikan lisensi CC hanya dapat diterapkan pada objek pelindungan hak cipta namun tidak direkomendasikan utk program komputer. Pastikan juga karya yang dilisensikan adalah karya kamu sendiri atau sudah mendapat izin dari pencipta aslinya. Hendaknya merinci ciptaan apa yang dilisensikan dan mana yang tidak termasuk dilisensikan. Indikasikan hak yang tidak dicakup dalam lisensi CC seperti hak privasi, hak merek, hak cipta pihak lain. Tidak disarankan menerapkan sarana kontrol teknologi seperti Digital Right Management (DRM) yang mengahalangi keberlakuan lisensi CC

Materi ke 3 mengenai Data sharing disampaikan oleh Dasapta Erwin Irawan.
Dasapta Erwin Irawan menyampaikan terkait data penelitian memang benar umumnya hak ekonomi mengalahkan hak moral peneliti. Misalnya karena ingin dimuat di jurnal maka setuju saja ketika ditawari copyrights transfer agreement. Kemudian hak cipta untuk data penelitian memang tidak perlu dicatat, tapi akan lebih baik dicatat supaya memudahkan pembuktian bila ada perselisihan. Pemerintah sebagai pemilik data penelitian. Bagi pegawai pemerintah, disatu pihak pemerintah mendorong kita memanfaatkan data sharing ini. Disatu pihak pemerintah superior karena mendanai. Jadi selama tidak melanggar norma hokum dan boleh disebar maka apa salahnya. Untuk membangun lingkungan kolaborasi pengetahuan, yang perlu dilakukan bukan hanya berbagi publikasi tapi perlu juga berbagi data. CC mendorong perkembangan penelitian karena memungkinkan data disebarkan dan dimanfaatkan untuk penelitian lain sehingga Science Indonesia bisa lebih berkembang. Oleh karena itu penelitian dengan nilai ekonomis tinggi (selama bukan didanai oleh swasta) maka sebaiknya dibuka saja. Bila sumber data berasal dari swasta maka penggunaan data seharusnya lebih bebas. Bila didanai swasta apakah ada data sensitif didalamnya, setelah itu langkah terakhir adalah menyebarkan data tersebut supaya bisa dimanfaatkan pungkasnya.

Back To Top